Sabtu, 14 April 2012

puisi ada apa dengan cinta

2.      Oleh: Rako Prijanto

Kulari ke hutan kemudian menyanyiku
Kulari ke pantai kemudian teriakku
Sepi… sepi dan sendiri aku benci
Ingin bingar aku mau di pasar
Bosan aku dengan penat
Enyah saja engkau pekat
Seperti berjelaga jika kusendiri
Pecahkan saja gelasnya biar ramai
Biar mengaduh sampai gaduh
Ada malaikat menyulam jaring laba-laba belang ditembok keraton putih
Kenapa tak goyangkan saja loncengnya biar terdera
Atau aku harus lari ke hutan belok ke pantai

untuk kekasih

Untuk kekasih

Aku seperti org yg jahat..tidak
tahu kau dalam
KESULITAN…Kenapa aku?
Mengenalmu hari demi
hari..Apakah hatimu terlalu
LELAH? Dalam setiap langkah, kita
TERLUKA bahkan lebih..Aku
menangis TANPA SUARA, Aku
tertawa TANPA
SADAR…Dibelakangmu,aku
menelan kata jangan
pergi…JANGAN PERGI.,aku
 menelan LUKA… Aku sangat
MENCINTAIMU…kukatakan bahwa
aku akan PERGI, aku
BERBOHONG..kumohon jangan
pergi, JANGAN
PERGI…kembalilah…KEMBALILaH..

^gudang puisi^

My Lovely


Banyak hal yang ku cintai
Tetapi ternyata di benci
Orang-orang

Sedangkan hal-hal yang ku benci
Ternyata mereka
Cinta

Hal-hal yang ku cintai saat masih kanak-kanak
Tetap ku cintai sampai
Saat ini

Dan yang ku cintai saat ini
Akan ku cintai sampai akhir kehidupan
Nanti

Sebab menurutku cinta adalah
Segalnya yang dapat menghilangkannya dariku